Personal Protective Equipment (PPE) / Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri (APD) atau biasa juga disebut Personal Protective Equipment (PPE), ditempat kerja harus diperhitungkan dalam konteks sebagai cara pengendalian untuk menghindar terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 

 

Perlu selalu diingat kalau memakai alat pelindung diri yang tepat saat bekerja harus diperhitungkan sebagai usaha paling akhir dalam kurangi atau menyingkirkan resiko ditempat kerja, yang hanya akan dipakai saat pengendalian tehnis yang bisa kurangi bahaya (seperti isolasi, ventilasi, pergantian atau pergantian sistem) dan kontrol administratif (seperti prosedur kerja) tidak bisa diaplikasikan. 

 

Sistem APD diperuntukkan untuk meyakinkan kalau APD sudah diambil dengan benar sesuai sama bahaya yang ada dan merujuk pada standard, pegawai dan mitra kerja memperoleh kursus yang sesuai, dan selalu memakai APD yang tepat dengan benar untuk pekerjaan yang memerlukannya. Di mana UU No. 1 Th. 1970 mewajibkan perusahaan untuk sediakan APD pada pekerja sesuai sama kemungkinan pekerjaan yang digelutinya. APD juga harus diberikan pada siapa saja yang masuk tempat kerja (termasuk tamu perusahaan). Pengertian Khusus : 

  1. Alat pelindung diri (APD) : Yaitu alat bantu sebagai pertahanan paling akhir untuk kurangi kemungkinan akibatnya karena suatu kecelakaan.
  2. Pelajari Bahaya : aktivitas yang dilakukan untuk tahu type/komposisi dan besarnya/konsentrasi bahaya, termasuk di dalamnya yaitu bahaya fisik, biologis, dan kimiawi ditempat kerja. Aktivitas ini perlu dikerjakan sebelumnya meneruskan pada penentuan APD yang tepat. Pelajari bahaya dapat dilakukan dengan memakai cara observasi ataupun pengukuran kuantitatif. 

Alat dan Bahan : 

 

1. Formulir Evaluasi, dan Penentuan APD 

Pelajari bahaya biasanya dilakukan sebagai bagian awal dari/kriteria aktivitas lain seperti Izin Kerja, Bekerja dengan Bahan Kimia, dan Penguncian dan Pelabelan sebelumnya meneruskan pada penentuan APD yang tepat. 

 

2. APD 

Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk semua pekerjaan yang berjalan di sarana harus disiapkan dengan cara komplit. APD standar yang umum diperlengkapi yaitu Topi Keselamatan, Sepatu safety dan Kacamata Keselamatan. Berdasar pada pelajari bahaya lalu diambil APD yang tepat. Keperluan pengguna, dan derajat perlindungan yang didapatkan oleh perlengkapan harus diperhitungkan dalam penentuan APD. APD yang diambil harus di desain untuk penuhi kriteria dari standard atau ketentuan seperti dari ANSI, OSHA, NFPA, UL, NIOSH, ataupun SNI. 

 

3. Papan Peringatan dan Info mengenai Pemakaian APD 

Papan peringatan dan info mengenai pemakaian APD perlu dipasang untuk memperingatkan pengunjung mengenai pentingnya pemakaian APD dan memberi info mengenai APD yang diperlukan pada daerah kerja tertentu. 

 

4. Beberapa hal yang perlu didokumentasikan 

Segalanya berikut ini perlu didokumentasikan untuk kebutuhan audit, analisa, ataupun perbaikan : 

  • Salinan Formulir Pelajari Bahaya
  • Laporan Penyelidikan Kecelakaan yang berkaitan dengan insiden karena ketidakpatuhan penggunaan PPE.
  • Pelanggaran pada kriteria APD. Pelanggaran ini dikira sebagai aksi nyaris celaka (near miss).
  • Aksi disiplin pada pegawai atau pekerja yang lain.
  • Hasil inspeksi yang berkaitan dengan APD
  • Catatan training

Write a comment

Comments: 7