Keselamatan Kerja Para Pekerja

Related image

Penyebab Kecelakaan Kerja pada Proyek dapat ditinjau dari 3 faktor, yakni : 

  • Manusia
  • Lingkungan dan alat kerja
  • Perlengkapan keselamatan kerja 

Pelaksana proyek harus memerhatikan ketiga aspek itu, di mana ketiga aspek itu sama-sama berhubungan keduanya.

 

Manusia. Mengingat makin meningkatnya kriteria kerja dan kerumitan hidup, manusia harus tingkatkan efisiensinya, dengan pertolongan perlengkapan dan peralatan, makin mutakhir perlengkapan yang dipakai manusia, makin besar bahaya yang mengancamnya. Beberapa hal yang berpengaruh pada aksi manusia yg tidak aman (kecerobohan) dan keadaan lingkungan yang beresiko di tempat proyek :

  • Karakter diri
  • Masalah pribadi
  • Umur dan pengalaman kerja
  • Perasaan bebas dalam melakukan pekerjaan
  • Keletihan fisik beberapa pekerja
  • Lingkungan dan alat kerja. Keadaan lingkungan juga perlu di perhatikan dalam menghindar kecelakaan kerja, terlebih yang dikarenakan oleh :
  • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya : nada bising yang berlebihan yang bisa menyebabkan terganggunya konsentrasi pekerja
  • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, hingga turunkan efektivitas kerja
  • Cuaca (panas, hujan)
  • Perlengkapan keselamatan kerja. Berperan untuk menghindar dan membuat perlindungan pekerja dari peluang memperoleh kecelakaan kerja. Beberapa macam dan type perlengkapan keselamatam kerja dapat berbentuk :
  • Helm pengaman (safety helmet)
  • Sepatu safety shoes
  • Pelindung mata (eye protection)
  • Pelindung telinga (ear plugs)
  • Penutup lubang (hole cover) 

Analisa Permasalahan dan Pembahasan 

 

Berdasar pada hasil penilaian, nyatanya K3 dilapangan belum seutuhnya dikerjakan dan diaplikasikan. Diantaranya ada banyak pekerja yg tidak memakai alat-alat keselamatan kerja. Setelah di konfirmasi pada penanggung jawab konstruksi nyatanya dari beberapa pekerjanya yang memang tidak ingin memakai alat-alat keselamatan kerja, Pihak pekerjanya juga menyampaikan kalau mereka tidak punya kebiasaan untuk memakai helm dan masker saat bekerja. walau sebenarnya dari pihak manajemen proyek telah sediakan alat-alat keselamatan kerja namun meskipun telah sediakan perlengkapan kerja nyatanya pihak manajemen hanya sediakan 60 buah walau sebenarnya pekerja yang ada disitu 80 orang, begitu halnya masker, kaca mata dan safety beltnya. Tidak ada sanksi dari pihak manajemen juga makin membiarkan beberapa pekerja tidak untuk memerhatikan keselamatan mereka.

 

Bermakna di sini salah satu aspek yang mengakibatkan yakni karena kurang sadarnya mereka akan keselamatan dan kesehatan bekerja dikonstruksi bangunan. Selain dari pihak pekerjanya sesungguhnya yang paling bertindak yakni dari pihak manajemennya sendiri. Semestinya pihak manajemen sebagai pihak yang dilapangan dan mengawasi kerja beberapa pekerja dapat mengambil aksi tegas pada beberapa pekerja, dengan memberi sanksi pada mereka bila tidak memakai alat-alat keselamatan karena hal itu meskipun remeh akan sangat berpengaruh sekali karena dapat kurangi kemungkinan mereka akan kecelakaan karena kerja.

 

Diluar itu dari pihak manajemennya selain sebagai pengawas harus juga memberi fasilitas pada mereka dengan memberi perlengkapan yang sesuai sama beberapa pakerja, dan memerhatikan kesehatan beberapa pekerja yakni misalnya dengan mengadakan kontrol kesehatan teratur pada beberapa pekerja mengingat mereka bekerja berat. Karena terkadang tuntutan pada keharusan kerja mereka terlalu tinggi dari pada yang mereka berharap sebagai hak yang akan di terima. Ruang lingkup proses sebuah proyek konstruksi bangunan gedung memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Ingin gak ingin. dalam perubahannya, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dikerjakan dalam usaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam pengerjaannya makin lama makin diperlukan Masihlah banyak kecelakaan kerja di bagian konstruksi hal itu karena : 

  • Belum ada kepedulian dlm aplikasi K3 di proyek konstruksi bangunan baik dr pihak manajemen & tenaga kerja (dalam proyek pembangunan).
  • Belum ada referensi ketentuan atau dasar utk penetapan biaya biaya K3 di konstruksi bangunan.
  • Korban kecelakaan di bagian konstruksi bangunan biasanya yaitu tenaga kerja harian terlepas.

Terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi kemungkinan besar disebabkan oleh 

(1) tidak dilibatkannya tenaga ahli K3 konstruksi dan penggunaan cara pelaksanaan yang kurang tepat, 

(2) lemahnya pengawasan K3 

(3) kurang memadainya kwalitas dan kuantitas ketersediaan perlengkapan pelindung diri 

(4) kurang disiplinnya beberapa tenaga kerja dalam mematuhi ketetapan tentang K3 

 

Diluar itu, beberapa aspek penyebabnya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi bangunan tinggi, dapatlah dilihat dari aspek manusia, factor lingkungan dan alat kerja, dan aspek perlengkapan keselamatan kerja. Pelaksana atau pihak manajemen proyek harus memerhatikan ketiga aspek itu, di mana ketiga aspek itu sama-sama berhubungan keduanya. Ada banyak hal yang dikira dapat berpengaruh pada aksi manusia (aspek manusia), yakni karakter diri, masalah atau permasalahan pribadi, umur dan pengalaman kerja, perasaan bebas dalam melakukan pekerjaan, dan keadaan/keletihan fisik beberapa pekerja. Sedang yang disebut dengan factor lingkungan dan alat kerja yaitu keadaan lingkungan yang bisa memengaruhi atau mensupport kwalitas kerja di lapangan, yang juga perlu di perhatikan dalam menghindar kecelakaan kerja, terlebih yang terkait dengan factor lingkungan yaitu : 

  • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya : nada bising yang berlebihan yang bisa menyebabkan terganggunya konsentrasi pekerja.
  • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, hingga turunkan efektivitas kerja.
  • Cuaca (panas, hujan). 

Perlengkapan keselamatan kerja yaitu salah satu factor penting yang kerapkali diabaikan, baik oleh pihak manajemen proyek ataupun dari pihak pekerja atau buruh, akibat kurangnya kesadaran akan pentingnya memakai perlengkapan keselamatan kerja untuk meminimalkan angka kecelakaan kerja. Karena alat ini berperan untuk menghindar dan membuat perlindungan pekerja dari peluang memperoleh kecelakaan kerja. Beberapa macam dan type perlengkapan keselamatan kerja yaitu seperti berikut : 

  • Helm pengaman (safety helmet)
  • Sepatu (safety shoes)
  • Pelindung mata (eye protection)
  • Pelindung telinga (ear plugs)
  • Penutup lubang (hole cover)

Write a comment

Comments: 6