Cara Mudah Mencampur Bahan Bakar Minyak yang Tepat

 Gagasan pembatasan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium untuk kelompok mobil tertentu menyebabkan wacana baru. Seseorang kenalan mengakui punya niat mencampurkan BBM beroktan 92 atau lebih dengan BBM beroktan 88 seperti yang ia pakai sampai kini.

 

“Karena referensi pabrikan mulai sejak awal, mobil saya cukup memakai BBM beroktan 88. Lha, bila saat ini diwajibkan memakai BBM oktan tinggi kan rugi, ” kata seseorang kawan saat berjumpa dalam satu acara komune mobil pada akhir minggu lantas.

 

Apakah benar mencampurkan BBM oktan rendah dengan oktan tinggi tak ada pengaruhnya sekalipun? Dampak negatifnya apa?

 

“Jawabannya, kita mesti lihat masalah per masalah. Ciri-ciri mesin mobil dan referensi bahan bakar dari pabrikan, dan kwalitas BBM yang berkaitan, ” kata Amril Azhari, modifikator di bengkel modifikasi Angkasa Motor, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (11/1).

 

 

 

Amril menyebutkan, sampai kini pengalaman penunjukkan pencampuran bahan bakar berkualitas dengan dua oktan yang tidak sama untuk mobil yang sejak dari awal direferensikan memakai BBM beroktan rendah, akan tidak memberi tenaga. Umpamanya, terlebih dulu tenaga mobil optimal 90 daya kuda akan tidak jadi 92 atau 95 daya kuda.

 

“Kalau tarikan lebih mudah dapat berlangsung, karena sistem pembakaran lebih prima, ” kata dia.

 

Meski sekian, sistem pencampuran mesti dikerjakan dengan jeli dan hati-hati, terlebih mobil yang sudah memakai Electronic Control Unit (ECU). Apabila salah, tidak cuma muncul kerak di mesin yang selanjutnya jadikan mesin rusak namun perangkat ECU akan kacau.

 

Apa yang perlu dikerjakan? Tersebut, Amril membagi tips untuk Anda :

 

1. Cocokkan dengan tingkat kompresi mesin

Satu hal yang harus Anda perhatikan sebelumnya mencampurkan bahan bakar yaitu, lihat tingkat kompresi mesin. Janganlah memakai bahan bakar dengan tingkat kompresi rendah untuk mobil bermesin yang mempunyai kompresi tinggi. Kendaraan yang baik adalah kendaraan yang selalu menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, saran kami gunakanlah Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan yang sudah terbukti untuk semua kendaraan yang ingin kecepatannya selalu stabil.

 

" Bahkan juga dengan mencampurkannya dengan komposisi 50 : 50 pada BBM oktan tinggi dan oktan rendah, terkecuali mengakibatkan mesin mengelitik juga cepat kotor, " kata Amril.

 

Pencampuran dapat dikerjakan pada BBM oktan tinggi dan oktan rendah untuk mobil bermesin kompresi rendah. Walau tak ada dampak kenaikan tenaga yang dibuat mesin.

 

Sebatas catatan, mobil dengan rasio kompresi 7 : 1-9 : 1 cukup memakai BBM beroktan 87 atau 88. Mesin mobil berkompresi 9 : 1-10 : 1 dianjurkan memakai BBM beroktan 92. BBM ini diantaranya Pertamax (yang di produksi Pertamina), Super (produksi Shell), dan Primax (produksi Petronas).

 

Mengenai mobil yang bermesin dengan tingkat kompresi 10 : 1-11 : 1 begitu disarankan untuk konsumsi BBM dengan oktan 95. BBM jenis ini yaitu, Pertamax Plus (Pertamina), Super Extra (Shell), dan Primax95 (Petronas).

 

2. Atur lagi perangkat ECU

 

Electronic Control Unit (ECU) yaitu piranti system elektronik yang terbagi dalam sebagian sensor. Terkecuali untuk mendeteksi system airbag, Antilock Brake Sistem (ABS), tingkat putaran mesin (rpm), pengapian, tehnik pendinginan pada idle switch, ECU juga berperan untuk mendeteksi BBM dalam kaitan dengan knocking mesin.

 

" ECU pada kendaraan juga bermanfaat untuk mengkalkulasi sebagian banyak kombinasi semburan BBM dan system pengapian di ruangan bakar, " tutur Amril.

 

Karena itu, apabila BBM digabung dan oktan BBM alami penurunan karena BBM oktan tinggi digabung BBM oktan rendah, ECU perlu saat untuk pelajari angka oktan yang baru. Apabila belum di atur lagi mesin mobil akan merasa tak enak. Namun mesin kembali bakal jadi yang lalu saat ECU mendeteksi angka Oktan.

 

Reset ECU diakui akan tidak menyebabkan efek. Sekedar hanya kembalikan keadaan seperti setingan pabrik atau sekedar hanya membaca lagi default table yang telah terprogram.

 

Cara lakukan penyusunan lagi ECU dengan langkah seperti berikut :

a. Cabutlah kabel aki negatif lebih kurang sepanjang 30 menit.

 

Melepas kabel aki itu mempunyai tujuan supaya ECU kembali pada posisi titik pengapian factory default. Hingga dengan cara perlahan-lahan perangkat itu sesuaikan titik pengapian sesuai sama input dari knocking sensor.

 

b. Sesudah butuhkan beberapa bekas arus listrik lewat cara mencapai dalam-dalam pedal gas kurun waktu sekitaran 5- 10 menit.

 

c. Apabila ke-2 langkah sudah dikerjakan, gunakan kembali kabel aki dan aktifikan mesin, namun dalam keadaan idle yakni cukup memutar kunci kontak ke posisi on. Kerjakan langkah tersebut sepanjang 5 - 1 menit.

 

d. Jika cara ketiga usai dikerjakan, cabut kembali kabel aki dan biarlah sepanjang 3 menit.

 

e. Kemudian, gunakan kembali kabel aki dan kendarai mobil seperti umum sampai jarak 50-60 km.. 

 

 3. Yakinkan komposisi tetaplah 1 : 3

Sesudah lakukan seting lagi ECU, Anda dapat lakukan pengisian BBM campur itu. Tetapi, satu hal yang pantas dicatat yaitu komposisi kombinasi satu di banding tiga. Artinya apabila kemampuan tangkai 40 liter dan Anda menginginkan mengisinya penuh, maka komposisinya yaitu 10 liter BBM oktan 88 atau premium dan 30 liter BBM oktaan 92.

 

Dengan cara matematis jumlah oktan BBM kombinasi itu tetaplah di atas standard, yakni 88 + 92 = 180, lalu dibagi dua hingga akhirnya 90. Dengan angka oktan 90 itu maka pembakaran cukup prima. Tetapi ini dengan catatan, kombinasi itu untuk mobil yang direferensikan pabrik konsumsi BBM oktan 88.

 

" Ini akan satu siasat, untuk kurangi cost karena sebentar lagi mesti konsumsi Pertamax, " kata Amril.

 

4. Tentukan SPBU terpercaya

Anjuran ini bukanlah menuduh kalau Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah lakukan kecurangan dengan mencampurkan BBM dengan zat tertentu, hingga oktan yang harusnya 88, nyatanya tak sebesar itu. Peringatan ini hanya untuk menghadapi peristiwa yg tidak dikehendaki dari tingkah oknum yg tidak bertanggungjawab.

 

" Yakinkan BBM yang akan digabung mempunyai kwalitas yang sesuai sama spesifikasinya. Hingga akhirnya betul-betul optimal, " kata Amril. 

Write a comment

Comments: 2